Bekerja dari manapun, bagaimana dengan Anda!!!

Pandemi Covid19 memberikan banyak dampak kepada sebuah perusahaan, baik itu perusahaan multinasional hingga perusahaan rintisan. Berbagai aspek pekerjaan terimbas dengan adanya pandemic covid19, baik secara langsung maupun tidak langsung. Seperti yang kita ketahui, di Indonesia sudah mewajibkan masyarakat untuk dapat melakukan vaksin booster (vaksin ke-3) untuk memperkuat imun tubuh agar dapat meminimalisir terjadinya penyebaran virus. Atas dasar hal tersebut, beberapa perusahaan sudah kembali menerapkan Work from Office (WFO) serta menerapkan metode Hybrid yaitu penerapan Work from Office (WFO) dengan diselingi oleh Work from Home (WFH) untuk beberapa sektor pekerjaan yang memiliki stabilitas tinggi. Hal ini memunculkan beberapa diskusi menarik pada berbagai platform pencari kerja, dan tentunya akan menjadi pilihan menarik jika sebuah perusahaan dapat menerapkan metode Work from Anywhere (WFA).

Agilenesia - Bekerja dari manapun, bagaimana dengan Anda 2

Menurut hemat saya, metode bekerja secara WFO, WFH serta WFA memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dalam hal ini, para profesional dituntut untuk bekerja secara mandiri dan berdasarkan Standard Operating Procedures (SOP) yang berlaku pada perusahaan. Kemudian pertimbangan lainnya terkait efisiensi serta penggunaan ruangan kantor dapat menjadi salah satu pertimbangan perusahaan yang ingin berkembang dengan cepat dan lincah perlu lebih fleksibel. Pada kesempatan kali ini, penulis ingin mengajak rekan-rekan pembaca untuk menjadi seseorang yang dapat merasakan kelebihan dan kekurangan dalam metode bekerja yang saat ini sedang berlangsung. Berdasarkan pengalaman penulis, serta melakukan beberapa survei melalui wawancara atau terbuka kepada rekan kerja, ada yang tetap produktif pada saat WFH, ada pula yang lebih produktif pada saat WFO karena ada motivasi saat ke kantor dan bekerja dengan rekan-rekan lainnya. Berikut ini merupakan gambaran sederhana untuk metode bekerja saat ini:

  1. Work from Anywhere (WFA)

Beberapa perusahaan rintisan saat ini sudah banyak yang menerapkan metode ini, karena dianggap metode ini cukup efektif untuk meningkatkan hasil pekerjaan berdasarkan output yang dicapai. Adapun kelebihan dan kekurangan untuk metode WFA adalah sebagai berikut:

  1. Kelebihan: Dari sisi pekerja, bebas memilih lokasi kerja yang nyaman, bisa di rumah, di café, di hotel, dsbnya. Pekerja melakukan pekerjaan berdasarkan output yang menjadi Key Performance Index (KPI), semakin cepat selesai maka semakin baik. Pekerja bebas menentukan waktu terbaiknya untuk bekerja, dapat membagi waktu lebih banyak dengan keluarga. Kemudian dari sisi perusahaan, dapat melakukan efisiensi dalam pemanfaatan ruangan kerja. Perusahaan dapat menghemat penggunaan air, listrik, dsbnya di kantor sehingga biaya operasional bisa diminimalisir.
  2. Kekurangan: Minimnya pengawasan, lebih berdasarkan kepada Trust antara satu sama lainnya. Perlu dilakukan evaluasi secara berkala terkait target KPI masing-masing pekerja, serta komunikasi antara pekerja dengan manajemen akan terkesan kurang baik.
  3. Work from Home (WFH)

Dalam kurun waktu kurang lebih 2 tahun, metode ini banyak digunakan oleh perusahaan swasta, pemerintahan, serta perusahaan rintisan. Ada banyak pro dan kontra pada saat awal-awal penerapan WFH, karena beberapa perusahaan belum memiliki kebijakan internal maupun SOP yang berlaku. Sehingga dari perusahaan perlu menyusun kebijakan internal serta SOP yang akan diberlakukan pada metode bekerja WFH ini. Adapun kelebihan dan kekurangan untuk metode WFH adalah sebagai berikut:

  1. Kelebihan: Dari sisi pekerja menjadi lebih nyaman saat bekerja dari rumah, daripada bekerja dari kantor. Pekerja bebas menentukan waktu terbaiknya untuk bekerja, dapat membagi waktu lebih banyak dengan keluarga. Kemudian dari sisi perusahaan, dapat melakukan efisiensi dalam pemanfaatan ruangan kerja. Perusahaan dapat menghemat penggunaan air, listrik, dsbnya di kantor sehingga biaya operasional bisa diminimalisir dengan baik.
  2. Kekurangan: Minimnya pengawasan, lebih kepada aturan atau kebijakan yang kurang jelas di awal. Pekerja terkadang tidak fokus pada saat terjadi kendala teknis dan non teknis pada saat di rumah, sehingga pada saat dibutuhkan terkesan slow respon.
  3. Work from Office (WFO)

Metode ini merupakan metode yang umum diterapkan oleh perusahaan swasta, pemerintahan, serta perusahaan rintisan sebelum terjadinya pandemi. Kehadiran pekerja di kantor merupakan nilai mutlak yang harus dipenuhi oleh setiap pekerja dan akan mendapatkan pengawasan dari Tim HR. Namun seiring berkembangnya teknologi, proses absensi, pengumpulan pekerjaan serta monitoring hasil pekerjaan dapat dilakukan secara Real-Time baik saat pekerja masuk ke kantor, ataupun saat pekerja berada di rumah. Adapun kelebihan dan kekurangan untuk metode WFO adalah sebagai berikut:

  1. Kelebihan: Pekerja dapat terpantau dengan baik, dari proses pekerjaan sampai hasil pekerjaan yang dilakukan. Pekerja dapat memberikan respon yang cepat saat dibutuhkan karena kehadiran di kantor, kemudian pekerja dapat menjalin hubungan yang lebih intens dengan rekan kerja dalam rangka membangun bonding pada lingkungan kerja.
  2. Kekurangan: Waktu pekerja saat berangkat ke kantor serta pulang dari kantor akan terbuang di perjalanan yang memakan waktu lama. Waktu produktif dalam bekerja tidak teratur dengan baik, karena terkadang saat makan siang keluar lebih lama karena ngopi/makan di tempat yang jauh dari kantor. Waktu untuk keluarga menjadi lebih sedikit, karena berangkat pagi buta, dan pulang sudah tengah malam.

Lesson Learned

Berdasarkan pengalaman yang penulis dapat selama kurang lebih 2 tahun WFH, ada beberapa momen kita dapat fokus bekerja saat berada dekat dengan keluarga. Ada pula momen saat merasa jenuh dan suntuk di rumah, perlu sesekali hadir fisik ke kantor untuk sekedar say hello dan silaturahmi kepada rekan-rekan kerja. Karena bagaimanapun, kondisi pekerjaan kita ditentukan dari beberapa faktor yaitu komunikasi yang baik, kemudian informasi yang akurat, serta hasil pekerjaan yang efektif guna mencapai target KPI yang sudah ditentukan oleh perusahaan. Dan sebagai seorang profesional, kita tentunya akan mendahulukan kepentingan pekerjaan/kantor pada saat jam kerja, dan juga kita dapat mementingkan kepentingan keluarga/pribadi pada saat di luar jam kerja. So, dengan kondisi saat ini yang masih belum stabil alangkah baiknya perusahaan dapat memberikan metode kerja yang terbaik untuk para pegawai dan pekerja di perusahaan. Bagaimana dengan Anda, apakah ada saran/masukan/tanggapan yang dapat dibagikan? Saya tunggu di kolom komentar ya!!! Terima kasih.

Referensi

  1. https://www.trenasia.com/70-perusahaan-start-up-yang-terapkan-sistem-kerja-wfa
  2. https://themakingofamillionaire.com/how-to-work-from-anywhere-bc0af1d98b75
Miswanto
Agile - Product Enthusiast, Product Manager, Member of Agilenesia. Alumni of Universitas Nusa Mandiri Jakarta
Facebook Comment

Terbaru