Analisis SWOT

Analisis SWOT adalah metode analisis perencanaan strategis yang digunakan untuk memonitor dan mengevaluasi lingkungan perusahaan baik eksternal dan internal untuk suatu tujuan bisnis tertentu.  SWOT adalah singkatan dari Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman). SWOT ini dijadikan sebagai suatu model dalam menganalisis suatu organisasi yang berorientasi profit dan nonprofit dengan tujuan utama untuk mengetahui keadaan organisasi tersebut secara lebih komprehensif.

 

Dahulu SWOT sering dijadikan sebagai salah satu konsep dalam memenangkan pertempuran, sebagaimana yang dikemukakan oleh Sun Tzu, bahwa “apabila kita telah mengenal kekuatan dan kelemahan lawan, maka sudah dapat dipastikan bahwa kita akan dapat memenangkan pertempuran”.

 

Penerapan SWOT pada suatu perusahaan bertujuan untuk memberikan suatu panduan agar perusahaan menjadi lebih fokus, sehingga dengan penempatan analisis SWOT tersebut nantinya dapat dijadikan sebagai pembanding dari berbagai sudut pandang, baik dari segi kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang mungkin terjadi pada masa yang akan datang.

 

Faktor eksternal dan internal dalam perspektif SWOT

 

  1. Faktor eksternal

Faktor eksternal  mempengaruhi terbentuknya opportunities dan threats (O dan T). Faktor ini terkait dengan kondisi yang terjadi di luar perusahaan yang mempengaruhi dalam pembuatan keputusan. Faktor ini mencakup lingkungan industri  dan bisnis makro, ekonomi, politik, hukum, teknologi, kependudukan, dan sosial budaya.

 

  1. Faktor internal

Faktor internal mempengaruhi terbentuknya strengths dan weaknesses (S dan W). Faktor ini terkait dengan kondisi yang terjadi dalam perusahaan, yang mana hal ini mempengaruhi terbentuknya pembuatan keputusan perusahaan. Faktor  ini mencakup semua macam manajemen fungsional : pemasaran, keuangan, operasi, sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan, sistem informasi manajemen, dan budaya perusahaan.

 

Faktor eksternal
Opportunities > Threats maka Kondisi perusahaan baik
Opportunities < Threats maka Kondisi perusahaan tidak baik
Faktor internal
Strengths > Weaknesses maka Kondisi perusahaan baik
Strengths < Weaknesses maka Kondisi perusahaan tidak baik

 

Model analisis SWOT

Dalam rangka menciptakan suatu analisis SWOT yang baik dan tepat, maka perlu dibuat suatu model analisis SWOT yang representatif – bagaimana suatu kasus yang akan dikaji dilihat berdasarkan ruang lingkup dari aktivitas kegiatannya, atau kita bisa melakukan penyesuaian analisis berdasarkan kondisi yang ada.

 

Kita bisa menyusun suatu formula SWOT yang representatif melalui tahapan sebagai berikut:

 

  1. Menyusun dan menentukan faktor strategis eksternal dan internal perusahaan.

Menyusun dan menghitung nilai bobot, rating, dan skor untuk tabel eksternal dan internal dibuat dengan teknik skala yaitu :

 

  1. Bobot nilai

1,00 = sangat penting

0,75 = penting

0,50 = netral (standar)

0,25 = tidak penting

0,10 = sangat tidak penting

 

  1. Rating nilai

5 = sangat baik

4 = baik

3 = netral (standar)

2 = tidak baik

1= sangat tidak baik

 

  1. Skor nilai

Untuk skor nilai dihitung dengan formula SN = BN x RN

Keterangan :

SN = Skor nilai

BN = Bobot nilai

RN = Rating nilai

 

 

Catatan : pembuatan teknik skala tersebut sifatnya sangat tergantung pada peneliti yang bersangkutan. Jika peneliti ingin membuat yang lebih detail, tentu akan menempatkan nilai skala yang jauh lebih rapat. Dengan tujuan agar pengukurannya menjadi lebih fokus dan akurat.

 

Uraian Bobot Rating Skor
1.      Strengths
a.      Item dari strengths
b.      Item dari strengths
2.      Weaknesses
a.      Item dari weaknesses
b.      Item dari weaknesses
3.      Opportunities
a.      Item dari opportunities
b.      Item dari opportunities
4.      Threats
a.      Item dari threats
b.      Item dari threats

 

Pada setiap kolom untuk bobot, rating, dan skor tersebut diisi dengan nilai yang diperoleh dari data di lapangan, kemudian diolah berdasarkan hasil analisis dari peneliti.

 

  1. Menganalisis dan menentukan keputusan strategis dengan pendekatan matrik SWOT.

Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilih berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian dipetakan dalam gambar matriks SWOT. Teknik ini dibuat oleh Albert Humphrey yang memimpin proyek riset pada Universitas Stanford pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an dengan menggunakan data dari perusahaan-perusahaan Fortune 500.

 

Pada tahap ini selanjutnya dilakukan analisis dan penentuan keputusan dengan menempatkan matrik SWOT. Di mana setiap hubungan tersebut diberikan solusi strategi yang harus dilakukan.

 

Matrik analisis SWOT Strengths (S)

Daftar semua kekuatan yang dimiliki

Threats (T)

Daftar semua kelemahan yang dimiliki

Opportunities (O)

Daftar semua peluang yang dapat diidentifikasi

Strategi untuk SO

Gunakan semua kekuatan yang dimiliki untuk memanfaatkan peluang yang ada

Strategi untuk WO

Atasi semua kelemahan dengan memanfaatkan semua peluang yang ada

Weaknesses (W)

Daftar semua ancaman yang dapat diidentifikasi

Strategi untuk ST

Gunakan semua kekuatan untuk menghindar dari semua ancaman

Strategi untuk WT

Tekan semua kelemahan dan cegah semua ancaman

 

  1. Strategi untuk SO, artinya perusahaan menentukan strategi berdasarkan kombinasi kekuatan dan peluang yang bisa memanfaatkan kekuatan untuk menggunakan peluang sebaik-baiknya.
  2. Strategi untuk WO, artinya perusahaan harus membuat strategi bagaimana meminimalkan kelemahan yang selalu muncul dalam perusahaan dengan memanfaatkan peluang yang menguntungkan.
  3. Strategi untuk ST, artinya perusahaan bisa memanfaatkan kekuatan baik dari dalam hal manajemen, sistem pemasaran, maupun kemampuan finansial untuk mengatasi ancaman.
  4. Strategi WT, artinya perusahaan harus meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman.

Agilenesia - grafik SWOT

Kesimpulan

  1. Bagi seorang manajemen, keempat posisi dalam matrik SWOT ini menjadi bagian penting untuk memposisikan pemahaman secara lebih aplikatif. Artinya akan menjadi lebih baik jika setelah menempatkan strategi secara intens pada keempat posisi tersebut, maka sebaiknya melaksanakan semua secara simultan, bukan melaksanakan secara terpisah.
  2. SWOT melibatkan penentuan tujuan spekulasi bisnis atau proyek yang spesifik dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak mendukung dalam mencapai tujuan tersebut. Proses ini akan lebih baik dibahas dengan menggunakan tabel yang dibuat dalam kertas besar sehingga dapat dianalisis dengan baik hubungan dari setiap aspek.

 

Referensi

[1] Fahmi, Irham, Manajemen – Teori, Kasus, dan Solusi, Penerbit Alfabeta, Bandung, 2014.

[2] Fahmi, Irham, Manajemen Strategis – Teori dan Aplikasi, Penerbit Alfabeta, Bandung, 2017.

[3] Turner, Suzanne, Tools for Success – A Manager’s Guide, McGraw-Hill Companies, New York, 2002.

[4] https://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_SWOT

Dani Pradana
Senior Project Manager, Senior Lecturer. Alumni of Universitas Indonesia and Institut Teknologi Bandung
Facebook Comment

Terbaru