Pengambilan Keputusan

Keputusan adalah proses penelusuran masalah yang berawal dari latar belakang masalah, identifikasi masalah hingga kepada terbentuknya kesimpulan atau rekomendasi. Rekomendasi itulah yang selanjutnya dipakai dan digunakan sebagai pedoman basis dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, begitu besarnya pengaruh yang akan terjadi jika seandainya rekomendasi yang dihasilkan tersebut terdapat kekeliruan atau adanya kesalahan yang tersembunyi karena faktor ketidak hati-hatian dalam melakukan pengkajian masalah.

Suatu keputusan tidak akan memiliki tingkat keakuratan yang kuat jika tidak didukung berbagai informasi yang ada. Berbagai input informasi yang diterima akan dinilai secara komprehensif oleh pihak manajemen perusahaan untuk dibentuk suatu rekomendasi keputusan yang bersifat alternatif dan selanjutnya alternatif keputusan yang ditawarkan itu diambil yang terbaik.

 

Tahap-tahap pengambilan keputusan

Untuk memudahkan pengambilan keputusan, maka perlu dibuat tahap-tahap yang bisa mendorong kepada terciptanya keputusan yang diinginkan. Adapun tahap-tahap tersebut adalah :

  1. Mendefinisikan masalah secara jelas dan mudah dimengerti.
  2. Membuat daftar masalah yang akan dimunculkan, dan menyusunnya secara prioritas dengan maksud agar adanya sistematika yang lebih terarah dan terkendali.
  3. Melakukan identifikasi dari setiap masalah tersebut dengan tujuan untuk memberikan gambaran secara lebih tajam dan terarah secara lebih spesifik.
  4. Memetakan setiap masalah tersebut berdasarkan kelompoknya masing-masing yang selanjutnya dibarengi dengan menggunakan model atau alat uji yang akan dipakai.
  5. Memastikan kembali bahwa alat uji yang dipergunakan tersebut sesuai dengan prinsip dan kaidah yang berlaku pada umumnya.

Di sisi lain, ada pendapat bahwa pengambilan keputusan berlangsung melalui 4 tahap, yaitu :

  1. Intelligence: proses pengumpulan informasi yang bertujuan mengidentifikasi permasalahan.
  2. Design: tahap perancangan solusi terhadap masalah. Biasanya pada tahap ini dikaji berbagai macam alternatif pemecahan masalah.
  3. Choice: tahap mengkaji kelebihan dan kekurangan dari berbagai macam alternatif yang ada dan memilih yang terbaik.
  4. Implementation: tahap pengambilan keputusan dan melaksanakannya.

 

Proses pengambilan keputusan

Lahirnya suatu keputusan tidak serta merta berlangsung secara sederhana, sebab sebuah keputusan itu selalu lahir berdasarkan dari proses yang memakan waktu, tenaga, pikiran, hingga akhirnya terjadi suatu pengkristalan dan lahirlah keputusan tersebut.

Selanjutnya yang dianggap penting adalah pertanggungjawaban dari keputusan itu sendiri kepada pihak yang berkepentingan.

Menurut Stephen Robbins dan Mary coulter proses pengambilan keputusan merupakan serangkaian tahap yang terdiri dari 8 langkah, yaitu:

  1. Mengidentifikasi masalah
  2. Mengidentifikasi kriteria keputusan
  3. Memberi bobot pada kriteria
  4. Mengembangkan alternatif
  5. Menganalisis alternatif
  6. Memilih satu alternatif
  7. Melaksanakan alternatif tersebut
  8. Mengevaluasi efektivitas keputusan

 

Perubahan dalam keputusan

Dalam proses berlangsungnya suatu keputusan tentu tidak selamanya berlangsung sesuai dengan rencana yang diharapkan. Secara umum dampak perubahan keputusan tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut:

  1. Incremental changes

Merupakan dampak perubahan keputusan yang dapat diperkirakan atau ditaksir berapa persentase perubahan yang akan terjadi kedepannya berdasarkan data historis yang terjadi di masa lalu.

  1. Turbulence changes

Merupakan pengambilan keputusan dalam kondisi perubahan yang sulit untuk diperkirakan.

 

Kualitas dan risiko keputusan

Merupakan mutu dari pekerjaan atau hasil yang telah dicapai dengan proses yang dilakukan.

Sehingga kualitas keputusan merupakan mutu yang dihasilkan dari hasil keputusan tersebut yang telah diaplikasikan atau diuji dan terlihat hasilnya, serta dinilai secara maksimal.

Dalam setiap keputusan yang dibuat, selalu saja menyimpan risiko yang timbul. Risiko tersebut pada prinsipnya tidak bisa dihindari apa dan bagaimanapun bentuknya serta pasti timbul dampaknya dari suatu keputusan. Pengambilan keputusan yang berisiko adalah dihasilkannya suatu keputusan yang mengandung lebih dari satu kemungkinan hasil berdasarkan beberapa alternatif keputusan yang diambil. Oleh karena terdapat beberapa alternatif, maka terdapat pula beberapa peluang yang sama besarnya.

 

Karakteristik pengambilan keputusan

Dalam pengambilan keputusan yang dilakukan, maka ada faktor yang turut mempengaruhinya yaitu karakteristik sang pengambil keputusan, yaitu:

  1. Takut pada risiko atau risk avoider

Karakteristik seperti ini adalah di mana sang pengambil keputusan sangat hati-hati terhadap keputusan yang diambilnya bahkan cenderung begitu tinggi melakukan tindakan yang sifatnya menghindari risiko yang akan timbul jika keputusan diaplikasikan.

  1. Hati-hati pada risiko atau risk indifference

Karakteristik seperti ini adalah di mana sang pengambil keputusan sangat hati-hati atau begitu menghitung terhadap segala dampak yang akan terjadi jika keputusan tersebut dilakukan. Namun, bagi mereka yang menganut karakter seperti ini dengan kecenderungan kehati-hatian yang begitu tinggi, maka biasanya setelah keputusan tersebut diambil, tidak akan mengubahnya begitu saja.

  1. Suka pada risiko atau risk seeker / risk lover

Karakteristik seperti ini adalah tipe yang begitu suka pada risiko. Karena bagi pengambil keputusan, semakin tinggi risiko, maka semakin tinggi pula tingkat keuntungan yang akan diperoleh. Prinsip seperti ini cenderung begitu menonjol dan mempengaruhi besar terhadap setiap keputusan yang diambil.

 

Pohon keputusan

Untuk memudahkan proses dalam pengambilan keputusan agar lebih komprehensif dan juga fokus, maka kiranya menggunakan pohon keputusan (decision tree) menjadi bagian yang penting. Hal ini untuk lebih memudahkan pihak pengambil keputusan dalam melihat keputusan yang diambil secara lebih terang dan sederhana.

Agar pembuatan pohon keputusan lebih baik, maka diperlukan beberapa tahap, yaitu :

  1. Buatlah alternatif-alternatif pilihan.
  2. Tentukan biaya untuk setiap alternatif, dan besaran peluang yang mungkin timbul.
  3. Lakukan perhitungan secara detail dengan pendekatan metode yang paling sesuai dengan kasus yang sedang diuji, misalnya perhitungan net expected value.

 

Kesimpulan

Pengambilan keputusan dapat dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia. Setiap proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan final.

Kemampuan mengambil keputusan yang cepat dan cermat akan menjadi kunci keberhasilan dalam persaingan global. Memiliki banyak informasi saja tidak akan cukup, bila tidak mampu meramunya dengan cepat menjadi alternatif-alternatif terbaik untuk pengambilan keputusan.

 

Referensi

[1] Fahmi, Irham, Manajemen – Teori, Kasus, dan Solusi, Penerbit Alfabeta, Bandung, 2014.

[2] Fahmi, Irham, Manajemen Strategis – Teori dan Aplikasi, Penerbit Alfabeta, Bandung, 2017.

[3] Kadarsyah, Suryadi, dan Ali Ramdhani, Sistem Pendukung Keputusan, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 1998.

[4] Project Management Institute, A Guide to the Project Management Body of Knowledge 7th Edition, Project Management Institute, Inc. Pennsylvania, 2021.

[5] https://id.wikipedia.org/wiki/Pengambilan_keputusan

Dani Pradana
Senior Project Manager, Senior Lecturer. Alumni of Universitas Indonesia and Institut Teknologi Bandung
Facebook Comment

Terbaru