Selendang Sutra dan Nilai Intrinsik

“Selendang sutra, tanda mata darimu, Telah kutrima, sebulan yang lalu. Selendang sutra, mulai di saat itu. Turut tersentak, di dalam hatiku. Ketika lenganku terluka parah. Selendang sutramu turut berjasa … “.

Lirik lagu Selendang Sutra yang diciptakan oleh Ismail Marzuki itu punya makna dalam. Selendang sutra dimaksud tidak hanya punya fungsi ekstrinsik sebagai pembalut lengan yang terluka parah, tetapi lebih dalam lagi memberi nilai intrinsik seperti psikologis kasih sayang yang menggetarkan kalbu. Bahkan ketika sedang terluka di medan perang.

Bisa jadi lengan yang terluka tidak terasa sakit karena ada kehadiran sang kekasih yang diwakili oleh selendang sutra. Dan jadilah nilai selendang sutra yang sudah mahal akan menjadi lebih mahal dan tidak terkira harganya.

Nilai intrinsik

Bagi konsumen awam, membandingkan berbagai produk dengan nilai intrinsik relatif tinggi seperti kristal tentunya tidak mudah. Kalau hanya dilihat nilai ekstrinsik melalui penampakan fisik atau fungsi dasar sebagai lampu untuk penerangan, akan sulit melakukan justifikasi bahwa harga sebuah produk kristal bisa mencapai miliaran rupiah.

Oleh karena itu diperlukan pembentukan persepsi terintegrasi bahwa produk yang dipasarkan mempunyai berbagai komponen yang bernilai tinggi. Quality Implementation adalah prinsip-prinsip untuk menciptakan tindakan yang berkualitas menjadi budaya dalam perusahaan. Karena untuk melaksanakan rencana dan mencapai tujuan besar, diperlukan tindakan nyata. Tidak hanya sekedar tindakan biasa dan seadanya, tetapi “tindakan yang berkualitas” dari seluruh individu di dalam perusahaan.

Agar dihasilkan nilai intrinsik yang jauh lebih tinggi dari nilai ekstrinsiknya, perlu dioptimalkan pendayagunaan “tenaga dalam” berupa “7n1” Perceived Quality yang merupakan unsur pembentuk nilai tinggi, yaitu :

  1. Nilai di hati

Kalau tenaga penjual bisa meyakinkan konsumen aspek yang kena di hati seperti kondisi psikologi atau gengsi, maka nilai produk bisa terbang melangit. Penampilan iklan di media bergengsi juga akan membangun “nilai di hati” yang memberi nilai intrinsik.

  1. Kualitas produk

Kualitas riil produk menjadi faktor dasar pembentukan nilai tinggi. Konsumen yang semakin realistis dan tercerahkan akan memahami dengan baik beda nyata kualitas produk yang satu dibanding yang lainnya. Produk tidak bagus tidak bisa ditutup-tutupi dengan kemasan canggih untuk menyembunyikan kekurangannya. Nilai tinggi harus ditunjang oleh kualitas produk yang juga tinggi.

  1. Kualitas bahan baku

Pada pembentukan nilai ekstrinsik produk, berlaku rumus Garbage In Garbage Out sehingga bahan baku yang baik menghasilkan kualitas output yang juga baik. Dalam pembentukan nilai intrinsik produk diperlukan “kembang pemanis” bahan baku berkualitas.

Nilai komputer bisa lebih tinggi ketika ada tulisan “Intel Inside” karena salah satu komponen pentingnya yaitu mikroprosesor yang dibuat oleh perusahaan ternama Intel. Selendang yang dibuat dengan bahan baku kain sutra tentu punya nilai lebih tinggi dibanding yang dibuat dengan kain biasa.

  1. Jaminan persepsi kelas atas

Nama besar Swarovski (Austria), Versailles (Italia), Aigner (Perancis), Faustic (Jerman) bisa menjadi jaminan persepsi kelas atas, yang memberi kontribusi nilai tinggi. Demikian juga merek produk kelas tinggi atau nama perusahaan besar yang digunakan untuk meng-endorse merek produk juga akan memberikan jaminan persepsi kelas atas.

  1. Komunikasi kelas atas

Manajemen komunikasi merupakan suatu proses perencanaan, pengorganisasian, mengkoordinasikan, dan pengontrolan penyampaian pesan, ide, atau gagasan dari satu pihak kepada pihak lain untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien agar terjadi saling mempengaruhi. Juga merupakan cara membangun dan mengelola suatu hubungan, baik secara lisan maupun tulisan agar tidak terjadi miss communication sehingga segala aktivitas yang berkaitan dengan komunikasi dapat berjalan lancar.

Komunikasi dengan gaya berkelas atas untuk membentuk persepsi tingkat tinggi mutlak diperlukan untuk meningkatkan nilai intrinsik produk. Kemasan produk yang mewah, pemasangan iklan eksklusif di media kelas atas, brosur berwarna dengan bahan mewah atau pembangunan ruang pamer yang keren merupakan sarana komunikasi yang mendukung penciptaan nilai intrinsik yang tinggi.

  1. Saling tunjang

Untuk membentuk nilai tinggi, seorang penjual tidak bisa bekerja sendirian. Diperlukan saling dukung antar berbagai pihak di perusahaan.

  1. Layanan istimewa

Kehadiran penjual yang bertindak sebagai konsultan desain tidak hanya membuat konsumen lebih memahami makna intrinsik produk, tetapi  bisa memberi nilai tambah untuk membuat produk yang dibeli oleh konsumen merupakan bagian dari solusi. Layanan istimewa dengan pendekatan one to one akan memberi nilai tinggi pada produk tersebut.

8. Kompeten

Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya yang terkait dengan penjualan perlu tampil keren agar menular ke produk yang dipasarkan. Penampilan keren tidak terbatas pada pakaian atau dandanan, tetapi juga inner beauty berupa keceriaan hati dan kemampuan bisa berkomunikasi dengan kelas tinggi dengan konsumen yang juga dari kalangan atas. Dan yang terpenting semua 7 unsur tersebut di atas digerakkan oleh SDM berkompeten.

 

Kesimpulan

Selendang sutera menjadi mahal karena dibuat dari bahan baku sutera dengan desain cantik, yang hadir pada saat tepat ketika dibutuhkan, dan yang terpenting karena kena di hati.

 

Referensi

[1] Abidin, Yusuf Zainal, Manajemen Komunikasi – Filosofi, Konsep, dan Aplikasi, CV Pustaka Setia, Bandung, 2015.

[2] Joewono, Handito Hadi,  7n1 Strategy – Toward Global Competitiveness, Jakarta, Pustaka Bisnis Indonesia, 2006.

[3] Wu, Kevin, Quality Implementation, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, Indonesia, 2012.

 

Previous articleSystem Thinking
Next articlePengambilan Keputusan
Dani Pradana
Senior Project Manager, Senior Lecturer. Alumni of Universitas Indonesia and Institut Teknologi Bandung
Facebook Comment

Terbaru