Problem solving and Decision making – Bagian 2

Reading Time: 3 minutes
  1. Penilaian alternatif

Pengambil keputusan melakukan evaluasi dan penilaian terhadap berbagai alternatif yang muncul untuk kemudian diambil alternatif yang terbaik, misalnya dengan menggunakan pendekatan flowchart seperti gambar tahap evaluasi alternatif dari Stoner, Freeman, dan Gilbert (1995) di bawah ini.

agilenesia - Problem solving and Decision making – Bagian 2 - Tahap evaluasi alternatif

Gambar – Tahap evaluasi alternatif

 

  1. Implementasi dan pengawasan

Jika keputusan sudah diambil, maka langkah berikutnya dalam mengimplementasikan alternatif yang telah diputuskan untuk dijalankan; Sebelumnya, perlu direncanakan seperti apa dan bagaimana alternatif tersebut dijalankan. Pada tahap proses perencanaan implementasi ini, perlu ditentukan siapa, apa saja, dan bagaimana alternatif tersebut akan dijalankan, kemudian diimplementasikan. Untuk memastikan langkah implementasi tersebut berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang telah dirumuskan, maka perlu dilakukan proses pengawasan terhadap implementasi alternatif untuk memastikan bahwa apa yang telah dijalankan sesuai dengan apa yang telah direncanakan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Meskipun keputusan yang diambil dalam setiap masalah yang dihadapi selalu diupayakan melalui proses seleksi yang cukup ketat dan sistematis, namun berbagai keputusan yang diambil bukan berarti tidak memiliki kelemahan, bahkan dapat dikatakan dalam berbagai kasus memiliki keterbatasan. Di antara keterbatasan tersebut, menurut Williams (2000), yaitu :

  1. Keterbatasan yang terkait dengan kesalahan umum dalam pengambilan keputusan, diakibatkan oleh kesalahan umum yang biasa terjadi, dikenal dengan “bias”. Hal ini terjadi karena pengambil keputusan terlalu melakukan generalisasi atas situasi yang dihadapi, atau mungkin juga disebabkan oleh faktor emosi yang terlibat, dan lain-lain.
  2. Keterbatasan rasionalitas, terdiri dari :
  1. Sumber daya yang terbatas
  2. Kelebihan informasi
  3. Keterbatasan ingatan
  4. Masalah keahlian
  1. Risiko dari faktor lingkungan. Risiko adalah salah satu faktor dalam setiap pengambilan keputusan dan kegiatan yang kita jalankan, bisa terjadi risiko yang terjadi di luar perkiraan kita, terlebih jika dikaitkan dengan faktor lingkungan yang bersifat makro dan di luar kendali organisasi. Hal ini dapat mendorong keputusan yang diambil sering tidak sesuai dengan implementasi dan pencapaian tujuan yang diharapkan.

Berbagai keterbatasan memungkinkan terjadinya ketidak sesuaian dalam implementasi kegiatan. Akibatnya, masalah yang akan diselesaikan belum juga dapat dipecahkan melalui alternatif yang diambil. Usaha yang dapat dilakukan untuk memperbaiki keputusan yang telah diambil adalah dengan memberlakukan aturan keputusan (decision rule) atau pengujian (examination) terhadap alternatif keputusan, dan dengan melakukan pengambilan keputusan secara tim ata kelompok.

Untuk meminimalkan keterbatasan dan kelemahan dalam pengambilan keputusan, maka keputusan dapat diambil melalui jalan berkelompok, melalui Teknik sebagai berikut :

  1. Brainstorming

Teknik ini dilakukan untuk memperoleh ide sebanyak-banyaknya dari berbagai pihak agar alternatif keputusan semakin banyak, sehingga diharapkan dapat meminimalisir keterbatasan dalam pengambilan keputusan karena keterbatasan informasi yang diperoleh, maupun keterbatasan keahlian yang dimiliki.

  1. Nominal Group Technique

Teknik ini dilakukan dengan jalan bahwa setiap individu diminta untuk menilai terlebih dahulu secara individual, lalu dikemukakan dalam kelompok untuk didiskusikan, dan keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak melalui pilihan secara tertutup dan rahasia.

  1. Delphi Technique

Teknik ini hamper mirip dengan Nominal Group Technique. Perbedaannya adalah bahwa anggota dari kelompok adalah individu yang secara keahliannya telah ditentukan. Keputusan ini tidak berdasarkan suara, tetapi melalui diskusi atas setiap alternatif sehingga diperoleh yang terbaik.

Walaupun keputusan secara berkelompok dapat meminimalisir bias dalam pengambilan keputusan, namun juga mengandung keterbatasan terutama jika setiap anggota kelompok memiliki kepentingan dan tujuan yang berbeda-beda. Keputusan yang dihasilkan juga membutuhkan waktu yang relatif lebih lama karena setiap alternatif keputusan memerlukan pandangan dari setiap anggota kelompok.

Kesimpulan

  1. Suatu keputusan tidak akan memiliki tingkat keakuratan yang kuat jika tidak didukung berbagai informasi yang ada, kemudian input yang diterima akan dianalisis secara komprehensif oleh pihak manajemen organisasi untuk dibentuk suatu rekomendasi keputusan yang bersifat alternatif dan selanjutnya alternatif keputusan yang ditawarkan itu diambil yang terbaik.
  2. Kemampuan mengambil keputusan yang cepat dan cermat akan menjadi kunci keberhasilan dalam persaingan global. Memiliki banyak informasi saja tidak aka cukup, jika tidak mampu meramunya dengan cepat menjadi alternatif untuk pengambilan keputusan.
  3. Keputusan adalah proses penelusuran masalah yang berawal dari latar belakang masalah, identifikasi masalah, hingga kepada terbentuknya kesimpulan atau rekomendasi, yang selanjutnya dipakai dan digunakan sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, begitu besarnya pengaruh yang akan terjadi jika seandainya rekomendasi yang dihasilkan ada kekeliruan atau kesalahan yang tersembunyi karena faktor ketidak hati-hatian dalam melakukan pengkajian masalah.

 

Referensi

[1] Fahmi, Irham, 2014, Manajemen – Teori, Kasus, dan Solusi, Penerbit Alfabeta, Bandung.

[2] Project Management Institute, 2021,  A Guide to the Project Management Body of Knowledge 7th Edition, Project Management Institute, Inc. Pennsylvania.

[3] Sule, Ernie Tisnawati dan Kurniawan Saefullah, 2019, Pengantar Manajemen, Prenadamedia Group, Jakarta.

[4] Suryadi, Kadarsah, dan M. Ali Ramdhani, 2000, Sistem Pendukung Keputusan – Suatu Wacana Struktural Idealisasi dan Implementasi Konsep Pengambilan Keputusan, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Dani Pradana
Dani Pradana
Senior Project Manager, Senior Lecturer. Alumni of Universitas Indonesia and Institut Teknologi Bandung
Facebook Comment

Terbaru

Rekomendasi